Minggu, 28 Desember 2014

Konfigurasi Video Streaming menggunakan Aplikasi VLC


                                                                              

 



1. Landasan Teori
1.1 Pengertian Video Streaming
   Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server) . Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung pada browser saat proses buffering mulai berjalan. File video atau audio di stream, akan berbentuk sebuah buffer di komputer client, dan data video – audio tersebut akan mulai di download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada mesin client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file videoaudio langsung dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer dan tetap melakukan proses download file, sehingga proses streaming tetap berlangsung ke computer client. 
1.2 Cara Kerja Video Streaming
a. Server and Client
Video streaming terbentuk hanya karena terdapat server (memiliki jaringan serta ruang penyimpanan yang besar) dan klien (PC pribadi) yang dapat berkomunikasi dalam bentuk bit. Video Streaming bukanlah tentang bagaimana Anda dapat membaca file video yang sebenarnya, namun lebih merupakan metode pengiriman media antara dua computer.
b.Mentransfer Bit dan Bytes
Server menyimpan file video yang berisi beberapa bit dan byte – byte kode. Kode – kode ini berisi petunjuk agar pada saat yg sama computer
c. Membaca dan Menerima Film
 Setelah server melakukan koneksi dengan remote client (komputer pribadi), ia mulai  mentransfer instruksi untuk memutar video di computer dalam bentuk kode stream yang berukuran kecil. Kode-kode tersebut ditransfer dalam suatu paket melalui jaringan dan di load dalam memory computer. Komputer memproses kode-kode video da kemudian menampilkannya pada layar.
d. Memerlukan Buffer
Computer menyimpan dan mengolah kode-kode video dalam file buffer, sehingga tidak harus terus menerus harus tersambung ke server. Jika koneksi terputus untuk sementara, maka server akan mengetahui sampai sejuh mana file berhasil di buffer, untuk kemudian server amakn mengirimkan kode-kode selanjutnya untuk memutar video. Komputer mendownload dan menyimpan kode-kode video dalam buffer dengan baik secara terus menerus hingga video siap dimainkan di layar.
 e. Format dan Media Player
Untuk membaca kode-kode file yang diterima dari server tersebut, diperlukan suatu cara.  Jika kita langsung membukanya pada computer, Anda tidak akan tahu bahwa file tersebut adalah file video. Jadi computer menggunakan suatu perangkat lunak yang disebut media player untuk menampilkan kode-kode tersebut pada layar.Ada banyak aplikasi player yang ada, dan sebelumnya kedua server dan PC client harus mempunyai persetujuan mengenai perungkat lunak yang dapat digunakan untuk menampilkan video. 
1.3 VLC
    VLC Media Player merupakan perangkat lunak (software) pemutar beragam berkas (file) multimedia, baik video maupun audio dalam berbagai format, seperti MPEG, DivX, Ogg, dan lain-lain.[5] VLC Media Player juga dapat digunakan untuk memutar DVD,VCD, maupun CD. VLC Media Player bersifat sumber terbuka (open source) dan tersedia untuk berbagai sistem operasi. Mulai dari Microsoft Windows, beragam distro Linux, Mac OS, dan beberapa sistem operasi lainnya.Salah satu kelebihan yang paling menonjol dari VLC Media Player adalah kelengkapan codec yang dimiliki. Dengan kata lain, VLC dapat memutar hampir seluruh jenis berkas audio maupun video yang ada.VLC Media Player adalah program multimedia player yang sangat portabel. Singkatnya, program ini bisa dipakai untuk memutar berkas multimedia, baik yang ada di komputer, keping CD atau DVD, hingga untuk streaming di internet.
     Di balik tampilan programnya yang sederhana, pemutar berkas multimedia ini dilengkapi dengan beragam fitur tambahan, seperti kemampuan subtitle, tag format, konversi, filter, skin, dapat dioperasikan melalui berbagai interface, tersedia dalam bahasa Indonesia, dan masih banyak lagi. Bahkan, program ini juga bisa dijadikan sebagai server untuk kebutuhan streaming di jaringan lokal dan internet.
Berikut adalah spesifikasi VLC Media Player:
Ukuran File: 9.8MB (unduh), 16.3MB (installed)
Publisher: PortableApps.com (John T. Haller) dan VideoLAN

2. Langkah-langkah Konfigurasi
Untuk melakukan konfigurasi video streaming menggunakan aplikasi VLC pada kesempatan ini menggunakan tiga bentuk yaitu HTTP, RSTP, dan RTP (Multicast). Berikut ini langkah-langkah konfigurasinya :
A. Dengan HTTP
1.  Buka aplikasi VLC yang ada didalam Windows
2. Pilih menu Media kemudian pilih stream, akan muncul seperti gambar berikut ini :
 
 
Selanjutnya klik Add untuk menambahkan video yang ingin kita streamingkan. Maka akan muncul tulisan C:\Users\Public\Videos\Sample Videos\Wildlife.wmv, ini merupakan tempat penyimpanan video yang telah kita tambahkan tadi.
 
3. Kemudian klik stream, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini :
 
 
4. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini :
 

 
Kemudian pilih HTTP dan centang pada kotak Display locally. Kita memilih HTTP karena untuk melakukan streaming video jenis unicast yaitu bisa dibuka dari satu pc server untuk satu pc client.
 
5. Kemudian klik Add, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini :
 
 
Untuk Portnya kita ambil yang defaultnya yaitu 8080 dan untuk Path kita pilih /tes.
 
6. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini :
 
Pilih untuk Profilenya yaitu Video-MPEG2+MPGA(TS).
 
7. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini :
 
Ini adalah tahapan akhir dari konfigurasi dengan menggunkan HTTP.
8. Langkah selanjutnya adalah Konfigurasi pada PC Client yaitu dengan mengklik Menu Media dan pilih Open Network Stream, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut ini
 
                                
 
Pada Network Protocol masukkan alamat URLnya yaitu http://172.16.30.56:8080/tes dan klik Play, maka akan terhubung antara PC Client dengan PC Server. Konfigurasi untuk HTTP Selesai.

B. Dengan RSTP
1. Buka aplikasi VLC yang ada didalam Windows
2. Pilih menu Media kemudian pilih stream, akan muncul seperti berikut :
 
Selanjutnya klik Add untuk menambahkan video yang ingin kita streamingkan. Maka akan muncul tulisan C:\Users\Public\Videos\Sample Videos\Wildlife.wmv, ini merupakan tempat penyimpanan video yang telah kita tambahkan tadi.
 
3. Kemudian klik stream, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 
4. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 

 
Kemudian pilih yang RSTP dan centang pada kotak Display locally. Dipilih RSTP karena untuk melakukan streaming video jenis unicast yaitu bisa dibuka dari satu pc server untuk satu pc client.
 
5. Kemudian klik Add, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 
Untuk Portnya ambil yang defaultn yaitu 8554 dan untuk Path kita buat  /tes.sdp
 
6. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 
Pilih untuk Profilenya yaitu Video-MPEG2+MPGA(TS).
 

7. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 

 
Ini adalah tahapan akhir dari konfigurasi dengan menggunakan RSTP.
 
8. Langkah selanjutnya Konfigurasi pada PC Client yaitu dengan mengklik Menu Media dan pilih Open Network Stream, maka akan muncul tampilan berikut :
 
                                   

Pada Network Protocol masukkan alamat URLnya yaitu rstp://172.16.30.56:8554/tes.sdp dan klik Play, maka akan terhubung antara PC Client dengan PC Server. Konfigurasi untuk RSTP Selesai.

C. Untuk RTP (MultiCast)
1. Buka aplikasi VLC yang ada didalam Windows
2. Pilih menu Media kemudian pilih stream, akan muncul seperti gambar berikut :

 

 
Selanjutnya klik Add untuk menambahkan video yang ingin kita streamingkan. Maka akan muncul tulisan C:\Users\Public\Videos\Sample Videos\Wildlife.wmv, ini merupakan tempat penyimpanan video yang telah kita tambahkan tadi.
 
3. Kemudian klik stream, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 
4. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti berikut :
 

 
Kemudian pilih yang RTP/MPEG Transport Stream dan centang pada kotak Display locally. Dipilih RTP karena untuk melakukan streaming video jenis multicast yaitu bisa dibuka dari satu PC Server untuk beberapa PC Client.
 
5. Kemudian klik Add, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 
Untuk Base Portnya default saja yaitu 5004 dan untuk Addressnya dibuat 239.192.1.4
 

6. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 

 
Pilih untuk Profilenya yaitu Video-MPEG2+MPGA(TS).
 

7. Kemudian klik next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 

 
Ini adalah tahapan akhir dari konfigurasi dengan menggunakan RTP.
 
8. Langkah selanjutnya Konfigurasi pada PC Client yaitu dengan mengklik Menu Media dan pilih Open Network Stream, maka akan muncul tampilan gambar berikut :
 
                               

 
Pada Network Protocol masukkan alamat URLnya yaitu rtp://239.192.1.4:5004 dan klik Play, maka akan terhubung antara PC Client dengan PC Server. Anda bisa menambahkan PC Client yang lain sebanyak mungkin dengan melakukan konfigurasi tersebut. Konfigurasi untuk RTP Selesai.

Demikian konfigurasi video streaming untuk HTTP, RSTP, dan RTP (Multicast). Semoga bermanfaat yaa....

Sumber Referensi :
dikutip dari https://cewekkarir.wordpress.com/tag/definisi-video-streaming/
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/VLC.

Konfigurasi DHCP Server menggunakan Router Mikrotik


1. Landasan Teori 1.1 Mikrotik 
     MikroTik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, yang dibentuk oleh John Trully dan Arnis Riekstins.Tahun 1996 John dan Arnis memulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova. Barulah kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Hingga kini, MikroTik telah melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.

Gambar 1. Salah satu router mikrotik
  
     Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang.Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
   MikroTik routerOS sendiri adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer biasa menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless. Fitur-fitur tersebut diantaranya: Firewall & Nat, Routing, Hotspot, Point to Point Tunneling Protocol, DNS server, DHCP server, Hotspot, dan masih banyak lagi fitur lainnya. MikroTik routerOS merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan sumber daya PC yang memadai.
1.2 DHCP Server
   Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client. a. DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini. b. DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
    DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

1.3 Topologi Jaringan yang Dibangun
   Bentuk Topologi jaringan yang dibangun adalah menggunakan satu router mikrotik yang dihubungkan pada dua Personal Computer (PC). PC1 menggunakan Ethernet 2 dan PC2 menggunakan Ethernet 3. Untuk Ethernet 1 tidak digunakan karena Ethernet 1 merupakan Ethernet sekaligus port untuk kabel powernya. Berikut bentuk topologi yang akan dibangun :

Gambar 2. Topologi Jaringan

2. Langkah-Langkah Konfigurasi Dasar Router Mikrotik 1. Sebelum memulai konfigurasi pada router mikrotik, kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa PC telah terinstall WinBox, kemudian buka WinBox, maka akan muncul tampilan seperti berikut :

 
Connect kan pada jenis mikrotik yang sama dengan mikrotik yang digunakan. Sebelum di-connect-kan, samakan mac address pada winbox dengan mikrotik. Jenis mikrotik dan mac addressnya dapat dilihat pada casing dari mikrotik yang digunakan.
 
2. Kemudian klik Connect akan muncul tampilan seperti berikut :

3. Kemudian pilih OK,
4. Selanjutnya klik menu Interfaces untuk melihat alamat interfaces yang kita gunakan.
5. Selanjutnya ubah nama ether2 menjadi ether2-LAN dengan cara mengklik pada ether2 tersebut. Lalu klik tanda tambah (+) pada address list, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Ada 3 menu pilihan, untuk address masukkan 172.16.10.1/24, untuk Network dikosongkan, dan untuk Interface pilih ether2-LAN, maka hasilnya seperti yang ditunjukkan oleh tampilan berikut :

Kemudian pilih OK, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut:

6. Selanjutnya kita pilih menu IP lalu DHCP, Kemudian klik DHCP Setup, kemudian pilih DHCP Server Interface yang digunakan yaitu ether2-LAN, maka akan muncul tampilan seperti berikut:


7. Kemudian klik Next, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut:
 

Masukkan DNS server, sesuai network yang digunakan. Ada tiga kotak baris yang harus diisi. Baris pertama Local IP, baris kedua Default Gateway, dan baris ketiga IP PCR, 

8. Kemudian klik Next, maka hasilnya akan seperti tampilan berikut :

  Konfigurasi pada WinBox telah selesai, sekarang saatnya kita akan merestart settingan pada Commond Prompt.
 

9. Buka Commond Prompt, lalu ketikan ipconfig/release, Perintah ipconfig/release berfungsi untuk membuat ip address baru pada perangkat yang  baru.
 

10. Kemudian ketikan perintah ipconfig/renew. Perintah ini bertujuan untuk melihat berapakah IP kita gunakan yang telah diberikan mikrotik. Maka hasilnya seperti gambar berikut ini :


  
11. Tampilkan konfigurasi informasi secara keseluruhan untuk melihat secara detail informasi konfigurasi yang telah kita setting. Dengan perintah ipconfig/all. Maka hasilnya seperti berikut:
 
12. Setelah semua langkah-langkah selesai saatnya kiLakukan pengetesan koneksi dengan melakukan ping pada local IP.  Jika muncul Reply from 172.16.10.254:bytes=32 time<1ms TTL=127, maka PC anda telah berhasil dikonfigurasi terhadap Mikrotik.
 
13. Anda dapat menambahkan PC yang lain pada port mikrotik yang masih kosong. Konfigurasi dapat dilakukan sebelum dihubungkannya port dengan PC agar IP yang diberikan pada PC langsung secara otomatis. Penulis melakukan penambahan PC pada ether3. Untuk konfigurasinya hampir sama dengan konfigurasi pada ether 2, yang beda yaitu nama ethernya, kemudian alamat atau IP addressnya, berikut hasil penambahan PC pada port ether3 :
  IP PC yang terhubung pada port ether 3 yaitu 10.1.1.2, bisa dilihat dengan perintah ipconfig release dan ipconfig renew, maka akan keluar tampilan hasil berikut :



14. Penulis melakukan test koneksi antara PC1 yang terhubung pada ether2 Mikrotik dengan PC2 yang terhubung pada ether3 Mikrotik. Hasil sebagai berikut:

Dari gambar diatas, dapat diketahui bahwa PC1 dan PC2 telah terhubung. Hal ini menandakan konfigurasi DHCP Server Mikrotik telah berhasil kita lakukan. Namun, sebelumnya ada keluar Request timet out, Hal ini disebabkan karena pada PC2 belum dinon-aktifkan firewallnya.

Demikian Langkah-langkah Konfigurasi Dasar pada Router Mikrotik, Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

sumber referensi
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/MikroTik
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Konfigurasi_Hos_Dinamik.